Modus penipuan di media sosial semakin meresahkan. Mulai dari menawarkan investasi hingga pinjam uang 

Oplus_131072

Modus penipuan di media sosial semakin meresahkan. Mulai dari menawarkan investasi hingga pinjam uang

 

 

Jakarta, 18 Januari 2026 || Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Seiring itu, ragam kejahatan juga ikut mengekor di belakangnya.

 

Banyak bermunculan pelaku-penipuan dengan berbagai modus. Modus pelaku ini beragam, mulai dari modus menawarkan keuntungan dengan cara instan (investasi bodong) hingga melakukan pendekatan kepada lawan jenis, memberikan sanjungan dan perhatian sehingga korban merasa nyaman kemudian dimanfaatkan.

 

Baru-baru ini seorang pengguna “medsos” berinisial “P” mengeluhkan musibah yang menimpa dirinya, ia menceritakan kronologis awal perkenalan dengan seorang laki-laki melalui akun tiktok dan Instagram milik pelaku bernama EVRI_MAIZAL, atau biasa dipanggil dengan sebutan akrab yakni “Reus” (pelaku.red)

 

“P” sudah menghubungi pelaku sesuai tanggal yang dijanjikan. Namun, bukan mendapatkan kembali uangnya, pelaku malah memblokir semua akses komunikasi sehingga “P” kesulitan untuk menghubungi si pelaku.

 

Pada dasarnya pelaku ini selalu menilai, menganalisa dan mengumpulkan informasi tentang calon korban sebelum ia memulai aksinya. Kemudian dengan perlahan namun pasti ia mendekati, merayu, membangun komunikasi yang intens serta memberikan perhatian lebih sehingga korban merasa nyaman dan terbawa perasaan alias “baper”.

 

Setelah calon korban dirasa sudah masuk perangkap, maka selanjutnya ia melancarkan aksinya dengan mulus, pelaku tanpa sungkan meminjam uang dengan berbagai alasan, mulai kebutuhan makan, pembelian kuota internet, pembelian seragam kerja dan sebagainya dengan memanfaatkan rasa iba dan simpatik dari calon korbannya.

 

Modus seperti ini sudah sering terjadi dan sudah banyak korbannya. Akan tetapi pelaku selalu berhasil melancarkan aksinya dengan cara memanfaatkan ketidaktahuan pengguna media sosial akan modus yang sudah menjadi perbincangan antar pengguna media sosial.

 

Sebagai sosial control, menghimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar lebih bijak dan berhati-hati, terutama tentang pembahasan yang berkaitan dengan uang. Tingkatkan kewaspadaan terhadap siapapun karna pelaku penipuan akan menggunakan segala cara untuk melancarkan aksinya. Mengutip satu kalimat pesan dari bang napi bahwasanya kejahatan terjadi bukan hanya karna niat pelakunya tapi juga karna ada kesempatan. Maka waspadalah.. waspadalah..!!! ( Tim/red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *