Orang Tua/Wali murid Secara Swadaya : Wujud Cinta dan Kepedulian Terhadap Lembaga Pendidikan

Orang Tua/Wali ulmurid Secara Swadaya : Wujud Cinta dan Kepedulian Terhadap Lembaga Pendidikan

 

kembali menunjukkan kuatnya kebersamaan antara sekolah dan masyarakat. Di tengah maraknya isu guru dan sekolah yang kerap dilaporkan hanya karena persoalan sepele, suasana berbeda terlihat di lingkungan sekolah ini. Para orang tua/wali siswa bersama komite sekolah justru menunjukkan rasa hormat, kepercayaan, dan kepedulian yang tinggi terhadap pihak sekolah dan para guru.

 

Ahmad Sadili ( kang Oneng ) bersama orang tua/wali siswa melaksanakan musawarah buat kegiatan TKA tgl 22,29 SDN 2 Pusaka Mulya jl Raya Legok barong RT 9 RW 4 desa pusakamulya, dari pihak sekolah tidak ada keterlibatan tentang  insetif orang tua walimrid yang beredar. Dengan adanya isu pungutan liar. Ada pun sosialisasi yang disampekan pada orang tua wali murid pada tgl 11 – Pebruwari 2026 itu haya menjelaskan regulasi dan juknis pelaksanaan TKA 2026.; inisiatif org tua wali murid. Dengan ada nya musawarah untuk menyediakan Seneck, telah disepakati bersama dalam pertemuan orang tua/wali siswa. Mereka hadir secara sukarela dan penuh antusias, memberikan sumbangsih. sebagai bentuk dukungan bagi lembaga pendidikan tempat anak-anak mereka belajar.

 

sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian orang tua terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tertata. Melalui swadaya ini, orang tua menunjukkan bahwa mereka merasa memiliki sekolah dan ingin mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Ahmad Sadili ( kang Oneng ) mewakili org tua wali murid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi yang lahir dari semangat kebersamaan. “Kami percaya para guru sudah melakukan tugas terbaik untuk mendidik anak-anak kami. Maka sudah sewajarnya kami mendukung melalui tenaga dan swadaya agar sekolah menjadi tempat yang lebih baik,” ungkapnya.

 

Para guru pun merasa sangat dihargai dan tersentuh oleh semangat kebersamaan tersebut. Kehadiran orang tua tidak karena keluhan atau masalah, tetapi untuk membantu dan memperkuat kerja sekolah. Hal ini menjadi energi positif bagi seluruh tenaga pendidik dalam menjalankan tugas mereka.

 

Melalui kegiatan ini, tercermin nilai-nilai kekeluargaan, solidaritas, serta kuatnya hubungan antara sekolah dan masyarakat. yang dibangun hari ini menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di kampung.

 

Semoga semangat kolaborasi ini dapat terus tumbuh dan menjadi teladan bahwa pendidikan akan semakin kuat bila didukung oleh semua elemen: sekolah, orang tua, dan masyarakat. ( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *